Terdepan dalam Pelayanan Kesehatan
Perempuan, Perinatal dan Anak

tolak gratifikasi

The First Annual Scientific Meeting Of I-Watch 2018

Dalam memperingati hari ulang tahun ke-39 pada tahun 2018 ini,  RSAB Harapan Kita menetapkan Tema "Interdisciplinary Approach in Continuum of Care for Women & Children". Pelayanan berbasis continuum of care ini merupakan konsep pelayanan terpadu dan berkesinambungan yang merupakan kolaborasi lintas disiplin ilmu dari segi mutu layanan dan tenaga profesional.

Pekan ilmiah tahunan ini merupakan salah satu program dari Informasi Kesehatan yang akan menggambarkan profil serta indikator kesehatan terutama pada perempuan, perinatal dan anak yang akan menjadi bahan perencanaan pada tahun-tahun selanjutnya. RSAB Harapan Kita sebagai rumah sakit rujukan berusaha untuk memberikan kontribusi nyata dengan Layanan Terpadu Berkesinambungan dalam kesehatan perempuan, perinatal serta anak.

Rangkaian kegiatan ilmiah ini akan diadakan pada tanggal 15-16 Desember 2018. Acara ini merupakan kolaborasi lintas Staf Medik Fungsional, Keperawatan, Bidan dan Tenaga Kesehatan Lainnya di lingkungan RSAB Harapan Kita

Untuk Brosur dan Form Registrasi dapat diunduh di sini

iwatch 1 iwatch 2 iwatch 3
iwatch 4 iwatch 5 iwatch 6

 

Mengenal tentang Manajemen ASI Perah

Jakarta, Jumat 05/10/2018, Program Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSAB Harapan Kita dalam kegiatan edukasi / pendidikan pasien & keluarga, kembali memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat / pelanggan yang sedang menggunakan layanan rawat inap di ruang perawatan menur yaitu tentang Manajemen Asi Perah. Kegiatan ini diselenggarakan mulai pukul 10.00 s/d 11.00 WIB.

Kembali bekerja setelah cuti melahirkan bukan berarti seorang ibu harus berhenti memberikan ASI kepada Si Kecil. Ada ASI perah (ASIP) yang dapat diberikan secara bertahap. Air susu ibu perah atau ASIP didapatkan dengan cara memerah ASI dari payudara untuk ditempatkan dalam wadah-wadah yang nantinya diberikan kepada bayi. ASI perah umumnya diberikan ketika ibu tidak bersama dengan bayi dalam waktu lama, misalnya saat Anda pergi bekerja di kantor. Dalam memberikan ASI perah kepada bayi, sebaiknya menggunakan cawan ASI jangan menggunakan dot bayi, karena dikhawatirkan bayi akan bingung puting.
ASI merupakan makanan yang sangat dibutuhkan untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal. Pemberian ASI pada bayi dilakukan selama 6 bulan kemudian disusui selama 2 tahun disertai makanan pendamping ASI. Kebanyakan ibu yang bekerja beralih ke susu formula

Continue Reading

Keselamatan dan Keamanan Pada Pemberian Kemoterapi

Jakarta, Selasa 09/10/2018, Dalam rangka memberikan edukasi ke pasien, RSAB Harapan Kita kembali melakukan Program Promosi Kesehatan Rumah Sakit di ruang tunggu Poliklinik Alamanda pukul 10.00 – 11.00 WIB. Materi yang disampaikan oleh Sari Nartiana, Skep.,Ners, salah satu team Hematologi – Onkologi di RSAB adalah perawatan tentang Kemoterapi. 

Kemoterapi adalah pengobatan utama dalam mengobati kanker. Tapi, efek kemoterapi ternyata bisa berdampak jangka panjang pada kesehatan bahkan setelah dinyatakan sembuh dari kanker. Efek samping kemoterapi tak hanya muncul saat menjalani pengobatan saja, tetapi juga bisa muncul setelah pengobatan selesai. Bahkan efek samping bisa muncul bertahun-tahun setelah pengobatan selesai. 

Continue Reading

RSAB Harapan Kita Membuka Unit Dialisis untuk Anak & Bunda

Jakarta – Rumah Sakit Anak Bunda Harapan Kita (RSABHK), yang dikenal dengan keunggulan Terdepan Dalam Pelayanan Kesehatan Perempuan, Perinatal dan Anak, kini dilengkapi pelayanan Unit Dialisis sesuai standar akreditasi rumah sakit. Syukuran layanan ini menandai telah dibuka Unit Dialisis untuk anak dan bunda pada tanggal 01 Oktober 2018. Unit Dialisis merupakan salah satu unit yang berada di bawah Instalasi Rawat Jalan RSAB Harapan Kita.

Hadir dalam acara ini, Direktur Utama RSAB Harapan Kita, Dr. dr. Didi Danukusumo, SpOG(K), Direktur Umum dan Operasional, dr. Susy Himawati, MARS, Direktur Keuangan, Drs. Sudarto, MM, Kepala Instalasi Rawat Jalan, dr. Endah Citraresmi, SpA(K), MARS, serta para pejabat struktural dan fungsional di lantai 2 Unit Dialisis gedung utama di RSABHK Jalan Letjen S Parman Kav. 87, Slipi, Jakarta Barat, Senin (1/10/2018).

Menurut dr. Ina Zarlina, SpA(K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Nefrologi, Unit Dialisis yang disediakan RSAB Harapan Kita adalah layanan Dialisis sesuai dengan standar akreditasi rumah sakit dan baru dapat disediakan bagi pasien Umum.

“Terdapat 4 Tempat Tidur, 11 Kursi untuk Hemodialisis dan hanya khusus anak-anak (usia sampai 18 tahun) dan perempuan atau bunda,” ujar Ina.

Hemodialisis (HD) atau yang lebih sering disebut dengan cuci darah, merupakan cara penanganan yang paling banyak dilakukan oleh pasien gagal ginjal di Indonesia. Padahal ternyata Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) lebih disarankan dibanding cuci darah. Akan tetapi, Hemodialisis ataupun CAPD bukanlah terapi terakhir, namun cangkok ginjallah sebagai solusi terakhir. Untuk tindakan CAPD dapat dilakukan di klinik sub spesialis ginjal anak (nefrologi anak).

Layanan Unit Dialisis di RSAB Harapan Kita diperkirakan bisa mencapai 24 kali treatment dalam satu bulan untuk Bunda, dan bisa mencapai lebih untuk kategori anak-anak. Layanan ini setiap hari Senin sampai dengan Sabtu. Kisaran harga yang diberikan layanan Unit Dialisis untuk Hemodialisis anak sekitar 1,7 juta dan Rp1,1 juta untuk perempuan atau bunda. Sedangkan untuk perawatan CAPD baru berkisar Rp1,5 juta dan ganti transfer set seharga Rp1,1 juta.

RSAB Harapan Kita sebagai rumah sakit rujukan selama ini menyelenggarakan dan memfasilitasi penanganan gagal ginjal pada anak. Sejak tahun 2008 s.d. 2014 terdapat 18 kasus gagal ginjal kronik dan 11 kasus gagal ginjal akut. Kasus Penyakit Ginjal Kronik (PGK) yang dirawat dari tahun 2014-2015 adalah 84 kasus sedangkan pasien PGK yang membutuhkan dialisis pada tahun 2014 adalah 14 kasus dan pada tahun 2015 adalah 35 kasus baik kasus baru ataupun kasus lama.

Direktur Utama menyampaikan mengenai pembiayaan hemodialisis ataupun CAPD sedang dalam proses kerja sama dengan BPJS.
“Kedepannya, peserta BPJS dapat dilayani di Unit Dialisis RSAB Harapan Kita. Adapun untuk proses kerja samanya sedang dalam pembahasan dengan pihak BPJS Kesehatan”, kata Didi saat memberikan sambutan.

dialisis 1   dialisis 4
 dialisis 2  dialisis 5
 dialisis 6  dialisis 3