Terdepan dalam Pelayanan Kesehatan
Perempuan, Perinatal dan Anak

tolak gratifikasi

Mengenal tentang Manajemen ASI Perah

Jakarta, Jumat 05/10/2018, Program Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSAB Harapan Kita dalam kegiatan edukasi / pendidikan pasien & keluarga, kembali memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat / pelanggan yang sedang menggunakan layanan rawat inap di ruang perawatan menur yaitu tentang Manajemen Asi Perah. Kegiatan ini diselenggarakan mulai pukul 10.00 s/d 11.00 WIB.

Kembali bekerja setelah cuti melahirkan bukan berarti seorang ibu harus berhenti memberikan ASI kepada Si Kecil. Ada ASI perah (ASIP) yang dapat diberikan secara bertahap. Air susu ibu perah atau ASIP didapatkan dengan cara memerah ASI dari payudara untuk ditempatkan dalam wadah-wadah yang nantinya diberikan kepada bayi. ASI perah umumnya diberikan ketika ibu tidak bersama dengan bayi dalam waktu lama, misalnya saat Anda pergi bekerja di kantor. Dalam memberikan ASI perah kepada bayi, sebaiknya menggunakan cawan ASI jangan menggunakan dot bayi, karena dikhawatirkan bayi akan bingung puting.
ASI merupakan makanan yang sangat dibutuhkan untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal. Pemberian ASI pada bayi dilakukan selama 6 bulan kemudian disusui selama 2 tahun disertai makanan pendamping ASI. Kebanyakan ibu yang bekerja beralih ke susu formula

Continue Reading

Keselamatan dan Keamanan Pada Pemberian Kemoterapi

Jakarta, Selasa 09/10/2018, Dalam rangka memberikan edukasi ke pasien, RSAB Harapan Kita kembali melakukan Program Promosi Kesehatan Rumah Sakit di ruang tunggu Poliklinik Alamanda pukul 10.00 – 11.00 WIB. Materi yang disampaikan oleh Sari Nartiana, Skep.,Ners, salah satu team Hematologi – Onkologi di RSAB adalah perawatan tentang Kemoterapi. 

Kemoterapi adalah pengobatan utama dalam mengobati kanker. Tapi, efek kemoterapi ternyata bisa berdampak jangka panjang pada kesehatan bahkan setelah dinyatakan sembuh dari kanker. Efek samping kemoterapi tak hanya muncul saat menjalani pengobatan saja, tetapi juga bisa muncul setelah pengobatan selesai. Bahkan efek samping bisa muncul bertahun-tahun setelah pengobatan selesai. 

Continue Reading

RSAB Harapan Kita Membuka Unit Dialisis untuk Anak & Bunda

Jakarta – Rumah Sakit Anak Bunda Harapan Kita (RSABHK), yang dikenal dengan keunggulan Terdepan Dalam Pelayanan Kesehatan Perempuan, Perinatal dan Anak, kini dilengkapi pelayanan Unit Dialisis sesuai standar akreditasi rumah sakit. Syukuran layanan ini menandai telah dibuka Unit Dialisis untuk anak dan bunda pada tanggal 01 Oktober 2018. Unit Dialisis merupakan salah satu unit yang berada di bawah Instalasi Rawat Jalan RSAB Harapan Kita.

Hadir dalam acara ini, Direktur Utama RSAB Harapan Kita, Dr. dr. Didi Danukusumo, SpOG(K), Direktur Umum dan Operasional, dr. Susy Himawati, MARS, Direktur Keuangan, Drs. Sudarto, MM, Kepala Instalasi Rawat Jalan, dr. Endah Citraresmi, SpA(K), MARS, serta para pejabat struktural dan fungsional di lantai 2 Unit Dialisis gedung utama di RSABHK Jalan Letjen S Parman Kav. 87, Slipi, Jakarta Barat, Senin (1/10/2018).

Menurut dr. Ina Zarlina, SpA(K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Nefrologi, Unit Dialisis yang disediakan RSAB Harapan Kita adalah layanan Dialisis sesuai dengan standar akreditasi rumah sakit dan baru dapat disediakan bagi pasien Umum.

“Terdapat 4 Tempat Tidur, 11 Kursi untuk Hemodialisis dan hanya khusus anak-anak (usia sampai 18 tahun) dan perempuan atau bunda,” ujar Ina.

Hemodialisis (HD) atau yang lebih sering disebut dengan cuci darah, merupakan cara penanganan yang paling banyak dilakukan oleh pasien gagal ginjal di Indonesia. Padahal ternyata Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) lebih disarankan dibanding cuci darah. Akan tetapi, Hemodialisis ataupun CAPD bukanlah terapi terakhir, namun cangkok ginjallah sebagai solusi terakhir. Untuk tindakan CAPD dapat dilakukan di klinik sub spesialis ginjal anak (nefrologi anak).

Layanan Unit Dialisis di RSAB Harapan Kita diperkirakan bisa mencapai 24 kali treatment dalam satu bulan untuk Bunda, dan bisa mencapai lebih untuk kategori anak-anak. Layanan ini setiap hari Senin sampai dengan Sabtu. Kisaran harga yang diberikan layanan Unit Dialisis untuk Hemodialisis anak sekitar 1,7 juta dan Rp1,1 juta untuk perempuan atau bunda. Sedangkan untuk perawatan CAPD baru berkisar Rp1,5 juta dan ganti transfer set seharga Rp1,1 juta.

RSAB Harapan Kita sebagai rumah sakit rujukan selama ini menyelenggarakan dan memfasilitasi penanganan gagal ginjal pada anak. Sejak tahun 2008 s.d. 2014 terdapat 18 kasus gagal ginjal kronik dan 11 kasus gagal ginjal akut. Kasus Penyakit Ginjal Kronik (PGK) yang dirawat dari tahun 2014-2015 adalah 84 kasus sedangkan pasien PGK yang membutuhkan dialisis pada tahun 2014 adalah 14 kasus dan pada tahun 2015 adalah 35 kasus baik kasus baru ataupun kasus lama.

Direktur Utama menyampaikan mengenai pembiayaan hemodialisis ataupun CAPD sedang dalam proses kerja sama dengan BPJS.
“Kedepannya, peserta BPJS dapat dilayani di Unit Dialisis RSAB Harapan Kita. Adapun untuk proses kerja samanya sedang dalam pembahasan dengan pihak BPJS Kesehatan”, kata Didi saat memberikan sambutan.

dialisis 1   dialisis 4
 dialisis 2  dialisis 5
 dialisis 6  dialisis 3

RSAB Harapan Kita Mengikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

Jakarta – Pegawai RSAB Harapan Kita, Senin (1/10/2018) pagi, mengikuti upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasia di halaman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Upacara dimulai pukul 08.00 WIB. Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes, dan para peserta upacara mengenakan pakaian senada yaitu Batik Korpri. 

Untung selaku pembina upacara menempati podium yang telah disediakan. Upacara diawali menyanyikan lagu Gerakan Masyarakat (Germas).
Setelah itu, peserta upacara memberikan hormat kepada pembina upacara. Komandan upacara juga melaporkan kepada pembina upacara untuk memulai upacara Hari Kesaktian Pancasila. RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita mendapat kesempatan sebagai petugas upacara di Hari Kesaktian Pancasila pagi ini.

Runutan dari upacara antara lain pembacaan Teks Pancasila, UUD 1945 dan Ikrar Pancasila. Kemudian, barisan diistirahatkan saat Sesditjen memberikan arahan. Isi dari arahan tersebut antara lain: Keterlibatan Kementerian Kesehatan di acara pelaksanaan Asian Games 2018, persiapan Hari Kesehatan Nasional yang akan jatuh pada tanggal 12 November 2018 nanti, dan himbauan untuk menerapkan pola hidup sehat. Dan upacara ditutup dengan doa.